io.unila.ac.id


R E S U L T   !
Students of Darmasiswa
2016 -2017,

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Mongabay Indonesia - UNILA Peluncuran Laman badak.id, dan Workshop Penyelamatan Badak Sumatera

 

 

 

Oleh: Annisa Farah Ardila, S,S.

Lokasi: Ruang Sidang Gedung Rektorat Lt.2, UNILA

 Tanggal: 27 September 2018


 

Hari ini, Kamis (27/9), Universitas Lampung (UNILA) dan Mongabay Indonesia meresmikan kerjasama antar kedua belah pihak dengan menandatangani nota kesepahaman bersama. Serangkai dengan acara itu juga diadakan peluncuran laman badak.id, serta pelaksanaan Workshop dengan topik “Pentingnya Media Sosial dan Foto Jurnalisme untuk Penyelamatan Badak Sumatera”.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung Rektorat Lt.2, UNILA ini dihadiri oleh 150 undangan dan peserta, yaitu: seluruh jajaran pimpinan UNILA, Direktur Mongabay Indonesia, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Kepala Balai Besar Bukit Barisan Selatan, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Direktur Mongabay Indonesia, Dr. Rizki Rinanto Sigit, M.M. menyampaikan bahwa populasi badak di dunia kurang lebih hanya ada 100 ekor. Salah satunya ada di Lampung. Angka ini merupakan angka yang kurang dan bisa dibilang populasinya hampir punah. Oleh karena itu, dengan adanya kerjasama ini pihaknya berharap agar UNILA dapat membantu melestarikan badak melalui program-program akademik.

Rektor UNILA, Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., yang memberikan sambutan juga menyampaikan bahwa salah satu penyebab punahnya badak karena sifatnya yang suka hidup sendiri (solitaire) dan masa suburnya yang jarang terjadi. Hal ini menyebabkan badak sulit berkembang biak. “UNILA menyambut baik kerjasama ini karena sesuai dengan tujuan UNILA dalam rangka peningkatan dibidang penelitian dan internasionalisasi.” kata Rektor. Kegiatan ini juga sesuai dengan Tri Dharma UNILA yaitu dapat berkontribusi di masyarakat. “Semoga, dosen dan mahasiswa di lingkungan UNILA dapat memberikan kontribusinya dalam menerbitkan jurnal-jurnal internasional mengenai badak ini” tambah Rektor. Beliau juga berharap agar UNILA bisa menemukan cara lain agar badak bisa berkembangbiak dan momen kelahiran Andatu di TNWK bisa terjadi kembali”.

 Peluncuran laman badak.id juga merupakan upaya dalam pelestarian badak, dimana masyarakat UNILA dapat membagi hasil penelitiannya di laman tersebut. Selain itu, dengan adanya agenda workshop dapat memberikan informasi dan pemahaman baru bagi akademisi untuk mengetahui tentang pelestarian badak melalui media sosial dan jurnalistik.

 Acara dilanjutkan dengan workshop Pentingnya Media Sosial dan Foto Jurnalisme untuk Penyelamatan Badak Sumatera yang disampaikan oleh Mongabay Indonesia yaitu, Dr. Rizki Rinanto Sigit, M.M. selaku Direktur Mongabay Indonesia, Akhyari Hananto sebagai Koordinator Media Sosial, dan Rahmadi sebagai Editor (Annisa/UPT. PKLI).

 

........................................................................................................................................................................


Signing of MoU between Mongabay Indonesia – UNILA, Launching of badak.id  website and Workshop on Rescue of Sumatran Rhinos

By: Annisa Farah Ardila, S,S.
Location: Ruang Sidang Gedung Rektorat Lt.2, UNILA
Date: 27 September 2018
Time: 8.30-16.00

Today, Thursday (27/9), the University of Lampung (UNILA) and Mongabay Indonesia inaugurated the collaboration between the two parties by signing a Memorandum of Understanding. This event also scheduled the launch of the badak.id website, and the Workshop with topic "Pentingnya Media Sosial dan Foto Jurnalisme untuk Penyelamatan Badak Sumatera”.

The event was held in the Ruang Sidang, 2nd floor of the Rectorate Building, UNILA and was attended by 150 invitations and participants i.e. UNILA Board of Management, Director of Mongabay Indonesia, Head of the Forestry Service Lampung Province, Head of the Balai Bukit Barisan Selatan, Head of the Taman Nasioanal Way Kambas, Head of the Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) for Bengkulu-Lampung, Executive Director of the Yayasan Badak Indonesia (YABI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), and lecturers and students from universities in Lampung.

In his speech, Director of Mongabay Indonesia, Dr. Rizki Rinanto Sigit, M.M. said that the population of rhinos in the world is only around 100. One of them is in Lampung. This figure is a number that is less and you could say the population is almost extinct. Therefore, with this collaboration, he hopes that UNILA can help preserve rhinos through many academic programs.

Rector of UNILA, Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., who gave a speech also said that one of the causes of the extinction of rhinos is because they are solitaire and their fertile times are rare. This makes it difficult for rhinos to breed. “UNILA welcomes this collaboration with pleasure because it is in accordance with the objectives of UNILA in the context of improving research and internationalization.” said Rector. This activity is also in accordance with the Tri Dharma of UNILA where all the academicians should give contributions to the community and society. "Hopefully, lecturers and students in UNILA can contribute to publishing international journals about rhinos," added him. He also hopes that UNILA can find other ways that rhinos can breed and the moment of Andatu birth’s in TNWK can happen again".

The launch of the Badak.id website is also an effort to preserve rhinos, where the academicians of UNILA can share the results of their research on the website. In addition, through this workshop agenda, it is expected that can provide new information and understanding for academics to find out about rhinoceros conservation through social media and journalism.
The event continued with a workshop Pentingnya Media Sosial dan Foto Jurnalisme untuk Penyelamatan Badak Sumatera presented by Mongabay Indonesia, namely, Dr. Rizki Rinanto Sigit, M.M. as Director of Mongabay Indonesia, Akhyari Hananto as a Social Media Coordinator, and Rahmadi as an Editor (Annisa / UPT. PKLI).

 

 

 

 

Lokakarya Safety Management 2018

 

 

 

UNILA menunjuk UPT PKLI sebagai panitia untuk pelaksanaan acara lokakarya Safety Management yang dilaksanakan di Ruang Sidang, lantai 2, Gedung Rektorat. Kegiatan ini mengundang seluruh jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Lampung, dari Rektor beserta ke-empat wakilnya, Kepala-kepala UPT dan Biro, Dekan-dekan Fakultas beserta ketiga wakilnya, Tim Safety Management, dan Mahasiswa perwakilan masing-masing Fakultas Universitas Lampung. Lokakarya kali ini mengusung tema “Sosialisasi dan Penyiapan SDM untuk Mencegah dan Menghadapi Bencana”, dimana dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga UNILA mampu menghadapi bencana alam dan mencegah bencana sosial secara baik. 

Dalam pengantarnya, wakil rektor bidang akademik, Prof. Dr. Ir. Bujang Rahman, M. Sc., mengatakan, “Ada banyak bencana potensial yang terjadi di Indonesia. Namun ada beberapa bencana yang bisa di antisipasi. Bencana sendiri dibagi menjadi dua bentuk; alam dan sosial (yang disebabkan oleh manusia)”.

Selanjutnya, Prof. Bujang juga memaparkan data bencana yang terjadi di Indonesia, terutama di Provinsi Lampung, 

“Sepanjang tahun 2018, di Lampung ada 18 bencana yang pernah terjadi. Kita termasuk tinggal di negara yang rawan bencana, jika tidak kita sikapi dengan baik, kita tidak bisa selamat dari bencana apapun. Berkaca pada kejadian bencana yang terjadi di banyak daerah, kebanyak korban yang berjatuhan bukan karena bencananya, tetapi karena salah menyikapi bencana tersebut” ungkapnya.

Prof. Bujang juga menyampaikan bahwa sesuai dengan harapan Rektor, UNILA perlu mengadakan program Safety Management. “UNILA sudah masuk dalam 6 negara ACP (Asian Coooperative Program) yang terdiri dari banyak universitas dan di pimpin oleh Kansai University (Jepang)”. Ke-6 negara tersebut yaitu; Malaysia, Thailand, Jepang, Filipina, Myanmar, dan Indonesia. 

Beliau juga berharap agar, “Hari ini sebagai momentum dimana UNILA mengangkat kegiatan ini sebagai isu penting internal utk menjadi program pokok, dalam bentuk bekal yang merupakan kontribusi kita di masyarakat. Untuk mendukung program ini, UNILA perlu mempersiapkan diri dengan melakukan penelitian, pengabdian, pembuatan disaster plan, dan kerjasama dengan BNPB dan BNP2TK dan banyak pendekatan lainnya secara akademik.

 

Acara selanjutnya, dilanjutkan dengan diskusi panel yang dibagi menjadi 5 sesi. Diskusi kali ini membahas tentang Aspek Safety Management dari berbagai macam disiplin ilmu (Teknik, Industri, Laboratorium, Kesehatan, Pendidikan, dan Psikologi). Namun sebelum itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., memberikan masukan kepada moderator, Dr. dr. Asep Sukohar, M. Kes., untuk lebih menekankan diskusi selanjutnya tentang bagaimana UNILA dapat memberikan solusi yang kemudian akan menjadi rutinitas warga UNILA. Beliau menyarankan agar, “untuk mahasiswa baru perlu adanya sesi simulasi dan pelatihan bagaimana cara menanggulangi bencana sosial, masalah kemalingan, narkoba, dan mengamankan lingkungan seperti yang telah dilakukan oleh FEB sendiri, bagaimana cara penggunaan tabung pemadam kebakaran bagi karyawannya yang tentunya berkenaan dengan momen Dies Natalis UNILA agar UNILA menjadi lebih baik kedepannya”.

 

Berikut hasil diskusi panel yang terangkum oleh tim liputan UPT PKLI.

Sesi 1

Narasumber: Prof. Dr. Suharno, M.Sc., Ph.D 

Area: Natural Disaster

 

Penjelasan definisi gempa bumi dan tsunami

Mitigasi pra dan pasca gempa

Tindakan pemulihan pasca bencana

Manajemen bencana berkelanjutan

 

Sesi 2

Narasumber: Pramita Sari Agungputri

Area: Industri Issues

 

Dalam segi industri ada potensi bahaya yang bisa terjadi yaitu dari mesin-mesin dan cairan kimia industri kepada pekerjanya. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan alat-alat pelindung diri bagi operator/karyawan saat bekerja.

Ada 4 jenis kebakaran yang biasa terjadi di area industri:

A. Disebabkan oleh bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan kertas

B. Bahan kimia seperti bensin

C. Listrik

D. Logam yang mudah terbakar

 

Jika terjadi kebakaran, kita bisa memadamkannya pakai Hydrant system dan fire extinguisher

 

Sesi 3

Narasumber: Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono 

Area: Keselamatan dan Keamanan Laboratorium

 

Belum adanya pengetahuan tentang sifat-sifat masing-masing bahan kimia di lab. Sehingga, diperlukan inventarisasi pada setiap bahan kimia sehingga tidak merusak lingkungan sebelum di buang. Penanggulangan adalah tanggung jawab institusi dan karyawan pada bagian tertentu. Bentuk dari tanggung jawab institusi yaitu pengadaan fasilitas yang lebih diperhatikan dan diperbaharui, peningkatan keamanan yang lebih terpadu, dan pengelolaan limbah dengan baik

 

 

Sesi 4

Narasumber: dr. Rizki Hanriko, Sp. PA. 

Area: Aspek Kesehatan

 

Penatalaksanaan kesehatan dari aspek kesehatan

Setiap fakultas diharapkan adanya petugas yang stand by untuk memberikan tanda jika ada bencana (code blue)

Diharapkan adanya pusat komunikasi utama pada setiap lapisan warga UNILA

Menyiapkan dasar-dasar logistik untuk pra, saat, dan pasca bencana

Kompetensi yang diharapkan mampu menjalankan fungsi dengan sebaik-baiknya

 

Kesimpulan dari sesi ini, Penanggulangan bencana harus di lakukan secara tepat, dan persiapan logistik harus di siapkan secara matang.

 

Sesi 5

Narasumber: Dr. Abdurrahman, M. Si

Area: Aspek Pendidikan 

 

Dibutuhkan kurikulum yang terintegrasi, FKIP sedang mengembangkan sebuah model pembelajaran

Cara yang diperlukan dari aspek pendidikan yaitu bagaimana memberikan literasi kepada anak didik tentang materi pelatihan penanggulangan bencana agar tidak panik

 

Narasumber: Shinta Mayasari, S. Psi., M, Psi.

Area: Aspek Psikologi

 

Hal yang harus kita lakukan sebelum bencana datang yaitu mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi barang-barang penting kita.

Ketika bencana terjadi, hal utama yang harus kita lakukan adalah:

1. Aktifkan panca indra

2. Positif pada diri sendiri

3. Lihat situasi, jalan keluar

4. Dengar informasi penting, jalur evakuasi

5. Diperlukan 1 komando ketika bencana

6. Rasakan sekitar apakah di tempat dan berpijak di tempat yang aman

 

 

Setelah sesi diskusi panel, sesi selanjutnya yaitu pertanyaan dan saran yang disampaikan para audiens terhadap Tim Safety Management UNILA

 

Prof. Dr. Ir. Cipta Ginting, M.Sc.

Diharapkan semua lapisan dapat memikirkan program ini dengan baik karna sebagai upaya dalam internasionalisasi UNILA, fasilitas yang lebih safety sangat diperlukan.

Respon dari kegiatan ini sangat berguna pada pembelajaran masyarakat

 

 

Dr. Rinawati

UNILA harus siap dalam pengelolaan dana dalam pemeliharaan barang

Ada 2 acuan yang ada, lalu Acuan safety management K3 mana yg harus diikuti bagi UNILA?

Dibutuhkan praktek penggunaan alat-alat secara langsung tidak hanya materi saja.

 

Harsono Sucipto, S.H., M.H

Apakah tidak seyogyanya pembangunan laboratorium ilmu dasar disentralkan agar SOP sesuai dan lebih efektif, dan tidak terjadi pengkotak-kotakan perencanaan infrastrukturnya. Karena jika dilakukan per-masing-masing lab akan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Lebih baik di sentralkan saja.

 

Sariman, S.H., M.H

UNILA telah melakukan udit energi yang cakupannya sangat luas dimana energi yang dikeluarkan oleh penggunaan listrik dan gedung apakah hemat atau tidak

Masing-masing gedung telah memiliki tabung pemadam kebakaran dan selalu di maintain per 6 bulan sekali.

Akan ada kurikulum/silabus untuk di terapkan di 2019 nanti

 

Alhuda (Mahasiswa FKIP)

Program Safety Management lebih baik dimasukan menjadi UKM

 

Efendi (Mahasiswa FMIPA)

Program safety management dimasukan ke program KKN, terutama yang mendapat penempatan dipinggir pantai

 

Dr. Ardian Ulvan, S.T., M.Sc.

Safety dan houskeeeping management tidak bisa dipisahkan, karena untuk menjadi budaya maka kita perlu mengikuti seperti kegiatan pada saat housekeeping management. Semua bagian sebetulnya sudah aware dengan isu ini, namun kita perlu meletakkan isu ini pertama kali saat pengenalan pada mahasiswa baru, dibuat SOP dan buku panduannya

 

dr. Evi Kurniawaty, M. Sc. 

UNILA banyak pepohonan dan kolam renang juga lalu lintas, harus ada pengelolaan safety management pd hal-hal itu jika terjadi pohon tumbang, tenggelam, atau lalu lintas yang padat.

 

Mahasiswa Fisip

Diharapkan konsistensinya pada pelaksanaan program ini

 

Demikian hasil liputan kegiatan lokakarya Safety Management kali ini.

 

UPT. PKLI

Annisa Farah Ardila, S.S

 

 

 

 

 

 

Materi Lokakarya Oleh dr. Asep Sukohar: Aspek Kesehatan Safety Management

In the framework of the 53rd Anniversary of UNILA, UNILA will conduct a Safety Management Workshop with tagline,"Sosialisasi dan Penyiapan SDM untuk Mencegah dan Menghadapi Bencana" with the Collaboration Development and International Affairs or International Office as its elected committee. This event will be held on Monday September 17 2018 in the Ruang Sidang 2nd Floor of the Rectorate Building of the University of Lampung.

 

The following is a link to the workshop material that will be delivered by dr. Asep Sukohar

First International Student Graduated from University of Lampung

University of Lampung (Unila) held a graduation procession on Wednesday, 21st March 2018 at the Main Auditorium of Unila. Among the graduates, one of foreign student from South Korea named Park Eun Ha or Esther also being graduated.

Read more...

Stadium General "Business Ethic, Asian Value and Democracy"

Faculty of Social Science and Politics (FSSP) of the University of Lampung held a Stadium General with themes “Business Ethic, Asian Value and Democracy” in Senate Meeting Room 2nd floor of Rectorat Building on Wednesday, 14 March 2018. The speakers of this event were Prof. Mizlav Jezic, Prof. Josip Tica, and Mr. Kresimir Jurak from Zagreb University. There were about 120 students from FSSP attending the event. In addition, there were about 15 lecturers including the Dean of FSSP attended the lecture . The students looked to appreciate the lecture because they could learn about the topic. The speakers hope after following this event, the students will get a lot of experience about Business Ethic, Asian Value and Democracy.

 

 

SEA Teacher Program 6th Batch, UNILA Accept five Students Delegation From Philippines

 

 

 

The University of Lampung (UNILA) accepting through Collaboration Development and International Affairs or International Office  (UPT PKLI) five delegation students from Philippines (1/8/2018). This is the sixth Batch of SEA Teacher Program. This reception was held in Ruang Sidang, Rectorate Building, 2nd Floor on Monday, August 6th 2018. This agenda attended by Vice Rector of Academic Affairs, Prof. Dr. Bujang Rahman, M, Si; Head of Collaboration Development and International Affairs, Prof. Dr. Ir. Cipta Ginting, M. Sc; and Faculty of Training Teacher and Education (FKIP) Board of Management.

Prof. Cipta Ginting explained that this program aims to provide opportunities for all students in Southeast Asia to have practical teaching experience in schools located another country in Southeast Asia. Students exchange helps students in preparing themselves to face international challenges and global system, especially in the area of Industrial Revolution 4.0. 

The mechanism in this program is students through a bottom up process. This means that they choose their own practicum destination according to their interests and fields, both the state and the university they will attend for this program. This activity are under the coordination of the Southeast Asian organization, Seameo.

“UNILA also sent 4 students to Philippines and today we accept their 5 students to Lampung” added Prof. Cipta. It means that there is feedback from this both country. This Agenda, said Prof. Bujang, is a good collaboration between UNILA and Foreign Country, UNILA and schools which accepted the delegations, and the schools with foreign country itself. So, he reminded to the schools to give best cooperation and impression to the SEA Teacher student’s delegations.

 

 

 

 

SUMMER COURSE PROGRAM 2017

University of Lampung has held Summer Course Program with the theme “Coastal Life of Lampung Province 2017” on Wednesday to Friday, September 6th to 8th 2017 in Kiluan Bay, Tanggamus regency. The tutor in the activity was Dra. Endang Linirin, M.Sc., Ph.D., an expert in Biological Science at the Mathematics and Natural Science Faculty at Unila.

Read more...

Unila Joined the 5th Batch of SEA-Teacher Program

University of Lampung participated on the 5th Batch of Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Program) which was held on January 22 until February 18, 2018. This program was under supervision and coordination by the Southeast Asian Ministers of Education Organization Secretariat (SEAMES) which was based in Thailand.
SEA-Teacher program was joined by some universities from some countries in Southeast Asia such as Indonesia, Thailand, and Philippines.

Read more...

You are here: Home News